Dek Ka, Satu-satunya Barista Perempuan Di Lhokseumawe

By | October 31, 2016

LHOKSEUMAWE, KOMPAS.com – Tangannya lincah mengangkat saringan. Matanya fokus melihat ke arah cairan hitam yg keluar dari saringan itu. Di bagian bawah sebuah gayung besar menampung cairan hitam itu.

Aroma sedap melayang ke udara sekitar meja sepanjang 1 x 2 meter itu. Dialah Novita Riantika.

Gadis berusia 20 tahun yang berasal Desa Panggoi, Kecamatan Muara Dua, Lhokseumawe, Aceh, itu melakoni kehidupannya. Novita yaitu satu-satunya barista di kota yg dahulu dijuluki “petro dollar” itu.

(BACA: Kopi Dingin ala “Cold-Brew”, Gampang Kok Dibuat di Rumah!)

Kini dia bekerja bagi Abuwa Kupi di Jalan Samudera, Kota Lhokseumawe.

Dara yg akrab disapa Dek Ka ini belajar meracik kopi tahun lalu. Selama lima bulan dia belajar pada Marwan, barista senior di Abuwa Kupi.

KOMPAS.com/MASRIADI Novita Riantika akrad disapa Dek Ka sedang meracik kopi di Abuwa Kupi, Lhokseumawe, Minggu (30/10/2016). Dia barista perempuan satu-satunya di Lhokseumawe, Aceh.

“Awalnya mengangkat saringan kopi itu terasa berat sekali. Lengan jadi pegal. Sekarang telah terbiasa, ya tak berat lagi,” kata Dek Ka, Minggu (30/10/2016).

Kini dia mampu membuat kopi hitam saring khas Aceh yg terkenal itu.

“Sanger (kopi, susu dan teh) juga aku mampu buat. Kalau kopi yg lainnya seperti arabica bean itu lebih gampang membuatnya,” ujarnya.

(BACA: 5 Kedai Kopi di Jakarta yg Menjual Kopi Asli Nusantara)

Sejak menjadi barista, Dek Ka pun gemar menikmati kopi tanpa gula. “Rasanya lebih nikmat,” katanya.

Saban pagi sejak pukul 07.00 hingga 17.00 Dek Ka dapat ditemui di warung itu. Senyum sumringah dengan lipstik merah menjadi ciri khas dara berlesung pipi ini.

Tak kurang 200 gelas kopi disiapkan Dek Ka saban hari. Pelayan lainnya bersiap menunggu di depan Dek Ka yg mengangkat gelas buat disajikan pada pengunjung.

KOMPAS.com/MASRIADI Novita Riantika akrad disapa Dek Ka, sedang meracik kopi di Abuwa Kupi, Lhokseumawe, Minggu (30/10/2016). Dia barista perempuan satu-satunya di Lhokseumawe, Aceh.

Lalu, apa keinginan Dek Ka? “Saya ingin nabung, mau buka usaha sendiri suatu hari nanti,” katanya.

Berada di komunitas yg diisi kaum laki-laki, tidak membuat Dek Ka risih. Meski sekali waktu, ada juga pengunjung yg menggodanya.

“Dicuekin saja. Abaikan. Ini fokus kerja, tidak ada urusan dengan rayu-rayuan seluruh ha-ha-ha,” katanya.

Kini, Dek Ka menggapai asa. Satu waktu, dia ingin membuka usaha sendiri. Tentu, tidak jauh-jauh dari kopi. Baginya, kopi satu yg harum, nikmat dan menyenangkan.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2016/10/31/101500227/dek.ka.satu-satunya.barista.perempuan.di.lhokseumawe

Leave a Reply