Kejutan Dari Cikeas, Semua Gara-gara Ahok, Simak Berita Kemarin Yang Perlu Anda Tahu

By | January 25, 2016

PALMERAH, KOMPAS.com — Pemberitaan pada Kamis (22/9/2016) kemarin didominasi dengan berita-berita politik dalam negeri, terutama terkait kontestasi partai politik yg mengusung calon bagi Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta.

Gegap gempita soal pengampunan pajak seolah tenggelam dengan isu politik ini. Namun demikian, apa pun yg dikatakan Ahok, bahkan di luar konteks Pilkada DKI, tetap saja mendapat perhatian pembaca.

Berita populer kemarin terkait Ahok bahkan bukan berita terkait pilkada, melainkan soal Ahok yg ingin memecat Wali Kota Jakbar. Koalisi Cikeas yg mengambil alih perhatian pembaca.

Jumat dini hari, Pilkada DKI Jakarta. Seperti yg mereka janjikan, hasil kesepakatan mereka mampu mengejutkan banyak orang. Simak rangkuman berita-berita kemarin hingga Jumat dini hari yg perlu Anda ikuti.

1. Konsolidasi Koalisi Cikeas

Dokumentasi Partai Demokrat Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dan Ketua Umum PAN Zukkifki Hasan Menyantap Bakso di Pendopo Kediaman SBY di Cikeas, Bogor, Rabu (21/9/2016) Malam

Kamis (22/9/2016) malam adalah ketika Sylviana Murni. Namun, keputusan itu baru bulat dipilih pada Jumat dini hari.

Keputusan ini disampaikan pada Jumat (23/9/2016) dini hari, di kediaman Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono, Cikeas, Bogor, Jawa Barat.

“Dalam meeting yg maraton, aku kira kalian seluruh telah ikuti. Akhirnya pagi ini sepakat berempat, Zulkifli Hasan.

Ketua Umum PKB Agus-Sylviana telah dipertimbangkan dengan matang dengan melihat kebutuhan Jakarta.

“Melalui pertimbangan terhadap kebutuhan Jakarta, maka kombinasi generasi muda yg tanggung jawab, dipadu dengan seorang karier, Ibu Sylviana,” kata Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar.

Pasangan ini mulai didaftarkan ke KPUD DKI pada Jumat malam nanti.

Baca selengkapnya di sini.

Baca pula: Koalisi Cikeas: “Good Bye” Gerindra dan PKS

Bagi Anda yg membaca di desktop, Anda mampu menelusuri segala arsip berita Kompas.com. Klik Poros Cikeas.

2. Ahok Ingin Pecat Wali Kota Jakbar, tapi Dilarang

Kompas.com/Kurnia Sari Aziza Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) menunjukkan kemeja kotak-kotak barunya yg mulai digunakan buat kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017 kepada Kompas.com, di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (21/9/2016).

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengaku telah ingin memecat Wali Kota Jakarta Barat Anas Effendi. Sebab, lanjut dia, banyak aduan dari warga bahwa Anas “bermain” tanah.

Namun, langkah Ahok terhambat oleh instruksi dari Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo.

“Mendagri kirim surat, enam bulan sebelum pemilihan (Pilkada DKI Jakarta 2017), pelantikan, enam bulan lagi, (pejabat eselon II) enggak boleh dipecat. Lucu juga,” kata Ahok di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (22/9/2016).

Akibat instruksi tersebut, Ahok tidak dapat memecat atau mendemosi pejabat eselon II. Sementara itu, di sisi lain, Ahok ingin memecat Anas.

Ahok meminta staf pribadinya bagi menelusuri berbagai laporan warga terkait Anas, termasuk dengan aduan warga terkait lahan di Jalan Krendang Utara. (Baca: Disebut Ahok Akan Diganti, Ini Tanggapan Wali Kota Jakbar)

Warga yg diketahui bernama Andre itu mengaku sebagian lahannya digusur oleh Pemkot Jakarta Barat pada November 2015 lalu. Padahal, sertifikat yg dimiliki Pemkot Jakarta Barat berada di Jalan Krendang Indah, Tambora, Jakarta Barat.

Baca selengkapnya di sini.

3. Kapolri Sebut Dirinya yg Perintahkan Tangkap Direktur Narkoba Polda Bali

KOMPAS.com/SRI LESTARI Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, ketika acara di Nusa Dua,Bali,Kamis(15/9/2016)

Kepala Tito Karnavian mengaku, dirinya yg memerintahkan penindakan terhadap Direktur Narkoba Polda Bali Kombes Pol Franky Haryanto.

Ia mengatakan, perintah tersebut diturunkan begitu ia mendengar keterangan adanya pemerasan oleh Franky terhadap tersangka masalah narkoba.

“Kasus yg ada di Bali adalah perintah aku kepada Divisi Propam bagi mengawasi secara internal,” ujar Tito di Jakarta, Kamis (22/9/2016).

Tito menegaskan bahwa dirinya tidak main-main dengan pelanggaran internal anggotanya, terutama yg berkaitan dengan narkoba.

Tito sudah menyusun kebijakan dan mengarahkan jajaran di bawahnya buat memerangi narkoba.

Ia pun memerintahkan adanya evaluasi terhadap jajaran direktorat narkoba di tiap polda dan polres. Bahkan, setiap upaya penindakan yg dikerjakan menjadi syarat bagi meningkatkan prestasi unit kepolisian itu.

“Yang tak mengungkap kasus dalam waktu 100 hari, ini sisa sesuatu bulan, aku mulai berikan sanksi dan pindahkan,” kata Tito.

Simak berita selengkapnya di sini.

4. Atlet PON Asal Sulteng Telantar di Stasiun Manggarai, Tak Punya Ongkos

Nibras Nada Nailufar Sembilan kontingen PON cabang Muay Thai yang berasal Sulawesi Tengah, terlantar di Stasiun Manggarai karena tidak milik ongkos pulang, Kamis sore (22/9/2016).

Sembilan atlet cilik muay thai yg ikut Pekan Olahraga Nasional (PON) yang berasal Provinsi Sulawesi Tengah telantar di Stasiun Manggarai, Jakarta Selatan. Mereka tidak mempunyai ongkos pulang ke kampungnya di Morowali dan Morowali Utara.

Iwan Said, pelatih mereka, mengatakan, seusai menyelesaikan pertandingan terakhir di Cianjur, Jawa Barat, dan membawa pulang sesuatu medali emas, tiga perak, dan tiga perunggu, rombongan dari Sulawesi Tengah ini kehabisan uang.

“Kami berangkat sejak awal memang tak dari uang pemda. Ini uang patungan anggota DPRD dan uang kita sendiri,” kata Iwan kepada Kompas.com, Kamis (22/9/2016) sore.

Iwan mengatakan, ketika undangan dari PON diterima Provinsi Sulawesi Tengah dan sampai di Dinas Pemuda dan Olahraga Morowali, pemerintah mengatakan, tidak ada dana dari uang kas bagi membiayai keberangkatan mereka.

Selengkapnya mampu baca di sini.

Baca juga:

Atlet PON Asal Sulteng Telantar di Jakarta, Ini Komentar Gubernur Longki

5. Megawati Pilih Ahok, Boy Sadikin Kirim Surat Pengunduran Diri

Jessi Carina Ketua Dewan Perwakilan Daerah PDI-P DKI Jakarta Boy Sadikin.

Mantan Ketua Dewan Perwakilan Daerah PDI Perjuangan DKI Jakarta Boy Sadikin mengajukan surat pengunduran diri dari keanggotaan PDI Perjuangan. Anak mantan Gubernur DKI, Ali Sadikin, ini keluar karena kecewa dengan keputusan PDI-P memilih Basuki Tjahaja Purnama sebagai calon gubernur.

“Per hari ini aku telah kirim surat pengunduran diri sebagai anggota partai. Surat telah aku kirim ke DPP PDI-P,” ujar Boy saat dihubungi Kompas.com, Kamis (22/9/2016).

Dalam surat pengunduran diri yg diterima Kompas.com, tertulis pula persoalan yg menjadi alasan buat Boy buat mengundurkan diri. Boy menulis, aspirasinya tentang kepala daerah DKI Jakarta berbeda dengan keputusan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Baca berita selengkapnya di sini.

6. Administrasi “Tax Amnesty” Diperpanjang hingga Desember

THINKSTOCKPHOTOS Ilustrasi tax amnesty.

Pemerintah sepakat memperpanjang periode program pengampunan pajak, dari yg seharusnya September menjadi Desember 2016.

Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan Sri Mulyani kepada para pengusaha yg diundang ke Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (22/9/2016).

“Tadi juga disampaikan proses administrasi diizinkan dapat mundur sampai Desember. Sudah disetujui oleh Ibu Menteri,” kata pengusaha yg juga Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia Rosan Roeslani seusai pertemuan.

Hanya saja, Rosan menegaskan bahwa yg diperpanjang hingga Desember cuma proses penyelesaian administrasi.

Pembayaran tebusan tetap harus dibayar paling lambat September. Dengan begitu, perpanjangan ini tidak perlu mengubah UU yg telah ada.

“Tadi juga ada pertanyaan, kalau dananya belum masuk tetapi sebetulnya mau declare bagi repatriasi gimana? Tadi Presiden menyatakan, ya telah bayar 2 persen dulu, tetapi tetap mulai dipantau dananya itu masuk ke Indonesia. Jadi ini cuma persoalan administrasi,” ucap Rosan.

Simak selengkapnya di sini.

Sumber:

http://nasional.kompas.com/read/2016/09/23/08352831/kejutan.dari.cikeas.semua.gara-gara.ahok.simak.berita.kemarin.yang.perlu.anda.tahu

Leave a Reply