Laptop Gaming Biasanya Mahal, Buatan Dell Kok Bisa Murah?

By | January 11, 2017

LAS VEGAS, KOMPAS.com – Selain lini XPS 13 baru, Dell juga mengenalkan lini laptop gaming Inspiron terbaru, yakni seri Inspiron 15 7000 di pameran teknologi CES 2017.

Laptop ini banyak ditunggu kemunculannya karena menjadi laptop gaming kelas menengah dengan prosesor quad-core Intel Core i5 dengan harga terjangkau.

Dengan banderol akan 799 dollar AS (sekitar Rp 10 juta), gamer disodori spesifikasi menarik, yakni prosesor quad-core Intel Core i5 dari generasi Kaby Lake dan GPU Nvidia GeForce GTX 1050 4 GB GDDR5.

Bagaimana cara Dell membuat laptop gaming-nya menjadi lebih terjangkau?

Menanggapi hal ini, Vice President Consumer Dell, Ray Wah, menyampaikan bahwa pendekatan Dell memang berbeda dalam menentukan hardware komputer yg mulai diusung.

“Kebutuhan konsumen itu yg utama, namun kita tak serta merta menerjemahkannya seandainya tidak mengurangi hardware ini maka harganya bakal menjadi segini (lebih tinggi),” ujar Wah ketika dijumpai KompasTekno di ajang CES 2017 dulu di Las Vegas, AS, Jumat (6/1/2017).

Alih-alih, menurut Wah, Dell memikirkan apa yg dibutuhkan konsumen baru kemudian membuat sistemnya. Di sisi lain, Dell juga tak ingin membuat konsumen khawatir dengan harganya.

Baca: Spiderman Kenalkan Istimewanya Laptop Gaming Dell

Kombinasi spesifikasi CPU dan GPU tersebut diyakini Dell dapat menarik minat gamer, sebab tidak banyak produsen laptop gaming yg menawarkannya dengan banderol harga Rp 10 jutaan. Di Indonesia sendiri, laptop gaming Rp 10 jutaan kebanyakan dibekali dengan CPU dual-core.

Atau seandainya mengusung spesifikasi CPU yg lebih tinggi, seperti Intel Core i7, namun GPU yg diusung memakai spesifikasi yg lebih rendah, seperti Nvidia GeForce GTX940.

“CPU itu juga utama untuk gaming, bukan cuma GPU saja,” kata Wah.

Selain varian CPU quad core Intel Core i5, Dell Inspiron 15 7000 juga memiliki varian CPU Core i7-7700HQ quad core dengan GPU Nvidia GeForce GTX 1050Ti. Varian ini dijual dengan rentang harga 949 dollar AS hingga 1.099 dollar AS.

Wah sendiri mengklaim permintaan laptop gaming kelas menengah ini selalu meningkat dari tahun ke tahun. Maka dari itu, ke depannya Dell sudah menyiapkan langkah agar tak ketinggalan inovasi.

Dell berkolaborasi dengan HTC dan Oculus buat mengembangkan ekosistem virtual reality (VR) di laptop-laptopnya. Meski diakui harga perangkat yg mendukung kedua paltform VR itu masih mahal, namun ketika ekosistemnya nanti telah matang, Wah percaya game VR bakal lebih banyak diadopsi.

Sumber:

http://tekno.kompas.com/read/2017/01/11/08381197/laptop.gaming.biasanya.mahal.buatan.dell.kok.bisa.murah.

Leave a Reply