Menikmati Menu Ikan Bakar “Sekali Mati” Di Manado

By | January 11, 2017

MANADO, KOMPAS.com – Ada hal menarik dalam dunia kuliner di Manado, Sulawesi Utara, dalam dua waktu terakhir ini. Sajian menu ikan bakar lagi populer.

Walau sebenarnya Manado adalah kota tepi pantai yg sejatinya gampang mendapatkan ikan. Hampir di seantero sudut Kota Manado kini bertebaran rumah makan yg menawarkan menu penting ikan bakar berbagai jenis.

Kesegaran daging ikan menjadi andalan rumah makan-rumah makan ini. Orang Manado menyebutnya “ikan sekali mati” buat mewakili rasa segar dan gurihnya daging ikan bakar di Manado.

(BACA: Ini Tiga Agenda Gelar Budaya di Manado Awal Tahun)

Prokem itu adalah ekspresi penikmat kuliner ikan bakar di Manado untuk ikan yg masih segar, karena begitu ditangkap, segera didistribusikan ke rumah makan dan disajikan. Jadinya, ikan bakar di Manado bukan ikan yg telah lama ditangkap dan disimpan di freezer.

Maklum, walau rumah makan ikan bakar cukup banyak tersebar, dan stok ikan yg juga banyak, tapi pengakuan dari pemilik rumah makan, bahwa stok ikan mereka terus habis. Sehingga ikan tak lama disimpan dan berganti setiap hari.

Seperti yg kelihatan di Rumah Makan Aikana yg berada di kawasan Pasar Bersehati Calaca Manado. Selasa (10/1/2017) malam, ketika KompasTravel menyambangi rumah makan yg cukup terkenal ini, sekitar 60 pelanggannya rela menunggu ketika ikan pilihan mereka dibakar.

(BACA: Ingin Pergi Sendiri ke Manado, Ini Tawaran Itinerary-nya)

Teknik pembakaran ikan yaitu kunci cita rasa sajian seafood ini. Dengan perhitungan besarnya api, lamanya pemanggangan dan proses sebelum dibakar, gurihnya daging ikan sekali mati mulai meninggalkan rasa yg dirindukan di lidah.

“Tapi, jangan lupa, dabu-dabu juga adalah kunci penting dalam menikmati menu ikan bakar,” ujar Lukman, warga Manado salah sesuatu pelanggan Aikana.

Memang orang Manado dan Minahasa adalah jagonya dalam urusan menyantap rica (cabe). Dabu-dabu (sambal) yaitu hal utama buat menu ikan bakar.

Seperti Lukman, banyak penikmat menu ikan bakar menjadi pelanggan tetap sebuah rumah makan cuma karena dabu-dabunya. Seperti yg disajikan di Aikana, beberapa macam dabu-dabunya sungguh menggoda di lidah.

Dabu-dabu lemong yg terbuat dari cabe merah, irisan bawang dan tomat hijau dicampur dengan minyak kelapa tradisional, sedikit air dan perasan lemong (jeruk).

Lalu dabu-dabu bakar, yg terbuat dari gilingan cabe merah, bawang putih, bawang merah dan tomat yg dibakar dengan teknik meletakkan bara tempurung kelapa di atasnya.

Soal harga, rumah makan ikan bakar di Manado menawarkan variasi harga akan dari Rp 30.000 bagi sepotong daging tuna, tindarung (blue marlin), oci, tude, hingga Rp 75.000 – Rp 100 ribuan bagi berbagai ukuran ikan kakap, bobara (kuwe), dan berbagai macam ikan batu (karang).

Selain di Aikana, di kawasan Pasar Bersehati ini juga terdapat banyak rumah makan ikan bakar seperti yg tidak kalah terkenalnya, Warung Makan Afisha.

Selain itu rumah makan ikan bakar yg juga populer di Manado adalah Rumah Makan Bakar Rica di Komo, Dabu-dabu Lemong di Boulevard Dua, Tuna House di Mega Mas, Ocean 27 di Malalayang, Angel Fish di Boulevard, serta Wisata Bahari di Bahu. 

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2017/01/11/134200527/menikmati.menu.ikan.bakar.sekali.mati.di.manado

Leave a Reply