Penculikan WNI Jadi Tantangan Berat Kemenlu Sepanjang 2016

By | January 11, 2017

JAKARTA, KOMPAS.com – Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, Pemerintah Indonesia menghadapi tantangan yg cukup berat dengan maraknya masalah penculikan warga negara Indonesia (WNI) sepanjang 2016.

Hal itu disampaikan Retno dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri Tahun 2017. Dalam kesempatan itu, hadir pula para duta besar negara sahabat.

“Indonesia menghadapi tantangan yg cukup berat dengan maraknya masalah penculikan WNI di wilayah perairan Sulu maupun di perairan Malaysia,” kata Retno di kompleks Kemenlu, Jakarta, Selasa (10/1/2017).

Sepanjang 2016, sudah terjadi tujuh perkara penculikan terhadap WNI oleh kelompok bersenjata. Hingga kini, pemerintah masih berupaya membebaskan empat WNI yg masih ditahan kelompok Abu Sayyaf.

“Pemerintah tak mulai pernah tinggal diam sampai mereka kembali dengan selamat kepada keluarganya masing-masing,” ujar Retno.

Retno menuturkan, upaya melindungi WNI di luar negeri selalu diperbaiki dari waktu ke waktu. Indonesia, lanjut dia, menginisiasi meeting trilateral antara Indonesia, Malaysia, dan Filipina.

Ketiga negara berupaya meningkatkan keamanan di wilayah laut buat menghindari penculikan warga negaranya oleh Abu Sayyaf.

“Kerja sama trilateral antara Indonesia, Malaysia, dan Filipina berhasil kalian bentuk,” ujar Retno.

Pada 2016, pemerintah juga sudah berhasil memulangkan empat WNI yg sudah disandera selama 4,5 tahun di Somalia.

Kompas TV Lagi, WNI Menjadi Korban Penculikan

Sumber:

http://nasional.kompas.com/read/2017/01/10/23313771/penculikan.wni.jadi.tantangan.berat.kemenlu.sepanjang.2016

Leave a Reply