Sidang Ahok, Palu Arit, Dan Pencalonan Prabowo, Jangan Ketinggalan Berita Ini

By | January 11, 2017

PALMERAH, KOMPAS.com – Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto digadang agar kembali maju dalam Pilpres 2019. Wacana tersebut menjadi salah sesuatu berita yg banyak dibaca Selasa kemarin (10/1/2019).

Selain itu, perhatian pembaca juga tersedot ke berita-berita persidangan Basuki Tjahaja Purnama dan kontroversi uang kertas baru yg oleh sebagian orang disebut mengandung gambar mirip palu arit.

Ada juga berita mengenai meninggalnya kiper Arema dan penghargaan terhadap pramugari Garuda Indonesia yg menggendong seorang penumpang berusia lanjut.

Berikut lima berita kemarin yg sebaiknya tak Anda lewatkan.

1. Prabowo bagi 2019

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto kembali digadang buat bertarung lagi sebagai calon presiden pada Pilpres 2019 mendatang.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengklaim mayoritas kader menginginkan mantan Panglima Kostrad itu maju kembali.

Wacana ini kembali muncul saat calon Wakil Gubernur DKI Jakarta nomor urut 3 Sandiaga Uno menyebut Prabowo sebagai Presiden RI periode 2019-2024.

Meski Prabowo menyatakan belum mempersiapkan diri karena pilpres masih lama, pencapresan Prabowo mungkin saja terjadi.

Dukungan terhadap dia dinilai masih besar, meskipun kalah dari Joko Widodo pada Pilpres 2014 lalu.

“Reaksi politik semacam ini harus kami baca sebagai kesiapan sekelompok orang atau partai yg memang menggadang-gadang sama seperti saat Bu Mega (Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri) maju kembali,” kata dosen Komunikasi Politik Universitas Bengkulu Lely Arrianie, ketika dihubungi, Senin (9/1/2017) malam.

(Baca: Fadli Zon: Mayoritas Kader Gerindra Ingin Prabowo Maju Pilpres 2019 )

“Nah, kalau ada kemungkinan Pak Prabowo bagi maju kembali, aku pikir itu mulai terjadi,” kata Ketua Program Pascasarjana Komunikasi Universitas Jayabaya Jakarta itu.

Selengkapnya mampu dibaca di sini.

2. Pramugari Gendong Penumpang

ISTIMEWA Seorang pramugari Garuda Indonesia menggendong penumpang lanjut usia dua waktu lalu. Foto ini menjadi viral di media sosial.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya pada Senin (9/1/2017) memberikan penghargaan kepada beberapa pramugari Garuda Indonesia setelah menjadi sorotan media massa dan media sosial karena menolong perempuan lanjut usia keluar dari pesawat.

Penghargaan itu diberikan Menhub kepada beberapa pramugari tersebut karena sudah memperlihatkan sebuah kepedulian sekaligus bukti mulai pelayanan yg profesional. Mereka juga disebut-sebut mampu menjadi contoh keteladanan dalam memberikan pelayanan kepada penumpang.

“Spontanitas buat menolong penumpang yg membutuhkan pertolongan itu sangatlah perlu buat pelayanan di industri jasa transportasi. Spirit melayani dengan tulus sudah memberi warna tersendiri. Biarlah dedikasi ini memberi inspirasi buat yg lainnya dan teruslah melayani dengan tulus,” kata Menteri Perhubungan dalam siaran pers yg diterima KompasTravel, Senin (9/1/2017).

BACA JUGA: Cerita Pramugari Garuda yg Gendong Seorang Nenek di Pesawat

Penghargaan kepada karyawan dan siapa pun yg dinilai melakukan tindakan atau memberikan pelayanan yg luar biasa kepada stakeholder transportasi adalah hal yg rutin diberikan oleh Menhub. Begitu juga ketika petugas bandara ketika menggagalkan berbagai tindakan penyelundupan atau tindakan signifikan lainnya dalam menegakkan aturan dalam dunia perhubungan.

Dua pramugari maskapai nasional itu adalah Vera (pramugari yunior) dan Ninik Septinawati (Flight Service Manager). Mereka dipanggil secara khusus oleh Menhub Budi Karya dengan didampingi Direktur Pelayanan Garuda Indonesia Nicodemus P Lampe.

Setelah itu Menhub juga mengundang makan siang dan berakhir dengan acara selfie bersama. Aksi kedua pramugari itu menjadi pembicaraan hangat di media sosial dan media massa. Mereka menolong penumpang perempuan lanjut usia yg membutuhkan kursi roda buat mampu keluar dari pesawat dan melanjutkan ke penerbangan berikutnya pada Sabtu (7/1/2017) siang minggu lalu.

Selengkapnya di sini.

3. Lambang Palu Arit

BANK INDONESIA Uang baru pecahan Rp 1.000 dan Rp 2.000 yg diluncurkan Bank Indonesia, Senin (19/2/2016).

Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus DW Martowardojo menyatakan bahwa uang rupiah tak memuat simbol terlarang palu dan arit. Hal ini menanggapi keterangan dan penafsiran yg berkembang di berbagai media.

Dalam kabar yg berkembang tersebut, dinyatakan bahwa uang rupiah memuat simbol terlarang, yakni palu dan arit. Gambar yg dipersepsikan oleh sebagian pihak sebagai simbol palu dan arit adalah logo BI yg dipotong secara diagonal, sehingga membentuk ornamen yg tak beraturan.

“Gambar tersebut yaitu gambar saling isi (rectoverso), yg yaitu bagian dari unsur pengaman uang Rupiah. Unsur pengaman dalam uang rupiah bertujuan agar masyarakat gampang mengenali ciri-ciri keaslian uang, sekaligus menghindari pemalsuan,” ujar Agus dalam pernyataan resmi, Selasa (10/1/2017).

Agus menjelaskan, gambar rectoverso dicetak dengan teknik khusus. Sehingga, gambar terpecah menjadi dunia bagian, yakni di sisi depan dan belakang lembar uang.

Rectoverso umum digunakan sebagai salah sesuatu unsur pengaman berbagai mata uang dunia, mengingat rectoverso sulit dibuat dan memerlukan alat cetak khusus.

Di Indonesia, rectoverso sudah digunakan sebagai unsur pengaman rupiah sejak tahun 1990-an dan logo BI sudah digunakan sebagai rectoverso uang rupiah sejak tahun 2000.

 Baca selengkapnya di sini. 

4. Irena Handono di Sidang Ahok

EPA/BAGUS INDAHONO/pool Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama menjalani sidang lanjutan dugaan penistaan agama di Pengadilan Jakarta Utara, Selasa (27/12/2016).

Irena Handono, saksi pelapor Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, diperingatkan hakim ketika persidangan dugaan penodaan agama tengah berlangsung, Selasa (10/1/2017).

Peringatan diberikan ketika Iren kelihatan memberikan penjelasan sambil menunjuk ke arah Ahok di kursi terdakwa. Saat itu, hakim tengah meminta penjelasan soal yang berasal terjemahan Al Quran yg dimiliki Irena.

Dia menjawab bahwa terjemahan Al Quran dari Cordoba dan Departemen Agama. Namun, Irena kembali melanjutkan kalimatnya sambil menunjuk ke arah Ahok.

Aksi Irena itu pun menarik perhatian hakim.

“Enggak usah tunjuk-tunjuk ya, Bu. Saya hanya tanya,” kata hakim kepada Irena di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakara Selatan.

Hakim kembali bertanya soal arti “auliya” dalam surat Al Maidah ayat 51.

“Saya tahu di sini ada ahli tafsir, (berdasarkan terjemahan) ‘auliya’ dapat sebagai sahabat atau pemimpin. Tapi ini tak mengubah makna,” kata Irena.

baca selengkapnya di sini.

5. Kiper Arema Meninggal Dunia

Suci Rahayu/Juara.net Kiper Arema, Achmad Kurniawan berteriak ketika ditabrak striker PSM Makassar, Titus ‘Tibo’ Bonai, di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jumat (14/10/2016) malam.

Arema FC dirundung duka setelah kiper Achmad Kurniawan (37 tahun) meninggal dunia pada Selasa (10/1/2017) sekitar pukul 17.00 WIB. Hal tersebut diketahui melalui akun Twitter Arema.

Sebelumnya, kiper yg akrab dipanggil AK ini dirawat di rumah sakit sejak 29 Desember 2016. Kakak dari kiper timnas Indonesia, Kurnia Meiga, tersebut sempat tidak sadarkan diri.

Saat itu, AK didiagnosis oleh dokter mengalami asam lambung dan pemasalahan pada pernapasan. Sempat membaik, AK mengembuskan napas terakhir pada Selasa sore.

Dalam kariernya, pemain kelahiran Jakarta tersebut pernah memperkuat Persita Tangerang, Arema, Persik Kediri, dan Semen Padang. Saat memperkuat Arema, AK menjuarai Copa Indonesia pada 2006.

Dia kembali berseragam Arema sejak 2010. Akan tetapi, dalam dua musim terakhir, AK menjadi pilihan ketiga setelah Kurnia Meiga dan I Made Wardhana.

Berita selengkapnya di sini.

Sumber:

http://nasional.kompas.com/read/2017/01/11/07162951/sidang.ahok.palu.arit.dan.pencalonan.prabowo.jangan.ketinggalan.berita.ini

Leave a Reply