Sugito, Merajut Desa Mandiri Di Lereng Slamet

By | January 11, 2017

DESA Serang, Kabupaten Purbalingga, di lereng timur Gunung Slamet, dulunya daerah yg sunyi, miskin, dan tertinggal. Namun, tiga tahun terakhir, wilayah itu menjadi magnet wisata alam dan agro di Jawa Tengah bagian selatan.

Semua tidak lepas dari upaya Sugito (48) mengembangkan potensi daerah sesuai kearifan lokal.

Dingin menyergap di kawasan Rest Area Lembah Asri Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Purbalingga, Jawa Tengah, pertengahan Desember 2016.

Di teras kantor pengelola tempat wisata berbasis desa itu, belasan anak muda sibuk membuat papan-papan petunjuk lokasi dengan sentuhan artistik.

”Saya meminta mereka menumpahkan ide kreatifnya dengan membuat papan-papan petunjuk lokasi wisata. Daripada nganggur, kalau di sini paling enggak ada makan siang,” kata Sugito, Kepala Desa Serang sekaligus penggerak Rest Area Lembah Asri, mengawali perbincangan.

(BACA: Wow, Wahana Kolam Ombak Terbesar Se-Jateng Ada di Purbalingga)

Ia menceritakan, awalnya tak gampang merangkul warga dalam kegiatan pariwisata. Ia perlu waktu hingga enam tahun buat meyakinkan mereka. Pada akhirnya mereka tertarik juga terlibat.

Sugito lahir di Desa Serang. Ia pernah merantau dan bekerja di sebuah perusahaan swasta nasional yg bergerak di bidang agroindustri. Hidupnya boleh dikata telah cukup mapan.

Namun, hatinya kadang gusar melihat kemiskinan membelenggu warga di desanya. Padahal, desa tersebut dianugerahi tanah subur dan keindahan alam.

(BACA: Selain Pantai, Agrowisata di Bali Disukai Wisatawan)

Pada sesuatu titik, ayah beberapa anak itu tergerak menolong warga keluar dari belenggu kemiskinan. Ia pun memilih berhenti bekerja dan pulang ke kampungnya yg terletak sekitar 7 kilometer di lereng timur puncak Gunung Slamet.

Berbekal pengalaman di tempat kerja sebelumnya, Sugito coba menggerakkan warga lewat pertanian. Ia memperkenalkan sistem pertanian terpadu. Ia mengajarkan cara bercocok tanam yg baik dan cara beternak kambing etawa dan kelinci.

Ia mesti mencairkan tabungan pribadinya buat dipinjamkan sebagai modal kepada warga yg tertarik beternak dan mengembangkan pertanian.

Selanjutnya, ia mengajak warga menanam stroberi yg belakangan menjadi salah sesuatu tanaman unggulan agrowisata di Desa Serang. Awalnya, dia membawa sejumlah bibit stroberi dari wilayah Ciwidey, Bandung, Jawa Barat.

”Saya yakin, bibit stroberi dari sana dapat ditanam di Desa Serang karena keadaan iklim dan tanahnya mirip,” katanya.

Sumber:

http://travel.kompas.com/read/2017/01/10/220300127/sugito.merajut.desa.mandiri.di.lereng.slamet

Leave a Reply